Pertanyaan yang bisa kamu ajukan saat interview
Siapkan pertanyaan tentang pekerjaan dan tim agar kamu bisa menilai kecocokan perannya.

Di akhir interview, pewawancara biasanya memberi kesempatan untuk bertanya. Interview juga merupakan kesempatan untuk memahami pekerjaan yang akan kamu jalani. Pilih pertanyaan yang jawabannya membantu mengambil keputusan dan belum dijelaskan selama percakapan. Panduan ini berisi contoh pertanyaan per topik dan per tahap interview, dari interview HR sampai interview user.
1. Cara memilih pertanyaan
Siapkan beberapa pertanyaan sebelum interview. Panduan MIT Career Advising & Professional Development mengingatkan bahwa pewawancara tetap memimpin jalannya interview, jadi cukup ajukan beberapa pertanyaan yang dipikirkan dengan baik.
Utamakan pertanyaan yang jawabannya tidak bisa kamu temukan di situs perusahaan. Pertanyaan seperti itu menunjukkan bahwa kamu sudah melakukan riset dan sedang memikirkan cara kamu akan bekerja di peran tersebut. University of Missouri Career Center juga mengingatkan bahwa pertanyaanmu memberi gambaran tentang nilai dan minatmu.
Siapkan lebih banyak dari yang akan kamu tanyakan. Sebagian mungkin sudah terjawab selama percakapan, dan kamu bisa menggantinya dengan pertanyaan lain.
2. Buat pertanyaan yang lebih spesifik
Pertanyaan umum tetap boleh diajukan, tetapi jawabannya sering sama umumnya. Kaitkan pertanyaanmu dengan hal yang disebut dalam lowongan atau selama interview agar jawaban pewawancara lebih berguna untukmu.
Contoh ilustratif berikut untuk posisi staf administrasi yang lowongannya menyebut “menyusun laporan mingguan”.
Sebelum
Bagaimana budaya kerja di sini?
Setelah diperjelas
Tadi Anda menyebut laporan mingguan untuk tim penjualan. Biasanya laporan itu dibahas bersama dalam rapat, atau dibaca masing-masing? Saya ingin memahami bagaimana masukan terhadap laporan disampaikan.
Sesuaikan contoh dengan pengalamanmu sendiri.3. Tanyakan pekerjaan sehari-hari
Cari tahu aktivitas utama dan prioritas peran. Sesuaikan pertanyaan dengan informasi yang sudah diberikan pewawancara.
Pertanyaan tentang cara hasil kerja dinilai juga membantumu memahami apa yang dianggap berhasil di posisi ini, sehingga kamu bisa mempertimbangkan apakah ekspektasinya sesuai dengan kemampuan dan rencanamu.
- Apa yang menjadi prioritas orang di posisi ini pada awal bergabung?
- Seperti apa contoh proyek yang akan ditangani?
- Bagaimana tim menilai hasil pekerjaan untuk peran ini?
- Seperti apa hari kerja yang biasa di posisi ini?
- Apakah posisi ini baru, atau menggantikan seseorang?
4. Pahami cara kerja tim
Tanyakan bentuk kerja sama dan bagaimana dukungan diberikan. Hindari menebak budaya tim hanya dari slogan perusahaan.
Saat pewawancara menjawab, perhatikan contoh konkret yang mereka berikan. Cerita tentang proyek atau kebiasaan tim yang nyata biasanya lebih informatif daripada gambaran umum seperti “tim kami solid”.
- Dengan tim mana posisi ini paling sering bekerja sama?
- Di mana posisi ini berada dalam struktur organisasi?
- Bagaimana proses orientasi untuk anggota baru?
- Bagaimana feedback biasanya disampaikan?
5. Tanyakan pengembangan dan jalur karier
Pertanyaan tentang pengembangan menunjukkan bahwa kamu memikirkan masa depan di perusahaan. Ajukan dengan netral agar tidak terdengar seperti menuntut promosi sebelum mulai bekerja.
- Pelatihan atau pengembangan apa yang tersedia untuk posisi ini?
- Seperti apa jalur karier orang yang sebelumnya berada di posisi ini?
- Kemampuan apa yang paling penting untuk berkembang di tim ini?
6. Pertanyaan untuk lulusan baru dan posisi magang
Jika ini pekerjaan pertamamu, pertanyaan tentang bimbingan dan proses belajar sangat relevan. Jawabannya membantumu menilai apakah kamu akan mendapat dukungan yang cukup di bulan-bulan pertama. Pertanyaan seperti ini juga menunjukkan bahwa kamu memikirkan cara belajar dan berkembang di peran tersebut.
- Tugas seperti apa yang biasanya diberikan kepada anggota baru dalam enam bulan pertama?
- Apakah ada pendamping atau mentor selama masa awal bekerja?
- Bagaimana anggota baru mendapat masukan tentang pekerjaannya?
- Untuk posisi magang, apakah ada kesempatan melanjutkan ke posisi tetap?
7. Pertanyaan untuk interview HR
Interview dengan HR atau rekruter biasanya membahas gambaran umum posisi dan proses seleksi. Panduan karier Indeed menyarankan untuk mengenali siapa lawan bicaramu: rekruter mungkin hanya mengetahui informasi umum, sedangkan detail pekerjaan lebih tepat ditanyakan kepada calon atasan.
Jika HR menanyakan ekspektasi gaji, siapkan kisaran yang sudah kamu pertimbangkan berdasarkan tanggung jawab posisi dan kebutuhanmu. Kamu juga bisa menanyakan kembali komponen apa saja yang termasuk dalam paket kompensasi agar perbandingannya jelas.
- Seperti apa tahapan seleksi berikutnya, dan siapa saja yang akan saya temui?
- Kapan perkiraan tanggal mulai bekerja untuk posisi ini?
- Apakah posisi ini bekerja dari kantor, jarak jauh, atau gabungan keduanya?
- Benefit apa saja yang disediakan untuk posisi ini?
8. Jika interview dilakukan secara online
Dalam interview online, gangguan koneksi bisa memotong waktu tanya jawab, jadi susun pertanyaanmu dalam urutan prioritas. Letakkan catatan di dekat layar agar kamu tidak perlu mencari-cari saat giliran bertanya tiba.
Jika posisinya dijalankan sebagian atau sepenuhnya jarak jauh, pertanyaan tentang cara kerja tim menjadi lebih penting.
- Alat apa yang biasanya dipakai tim untuk berkomunikasi dan berbagi pekerjaan?
- Apakah ada jam kerja tertentu yang disepakati untuk rapat bersama?
- Bagaimana anggota baru dikenalkan dengan tim jika bekerja jarak jauh?
9. Pertanyaan untuk interview user
Interview user adalah wawancara dengan calon atasan atau anggota tim tempat kamu akan bekerja. Di tahap ini, gunakan waktu untuk memahami pekerjaan secara lebih rinci. Pertanyaan administratif seperti benefit dan jadwal mulai kerja umumnya lebih tepat diajukan kepada HR.
Dengarkan jawabannya dan ajukan satu pertanyaan lanjutan jika ada hal yang menarik. Percakapan dua arah seperti ini biasanya lebih bermanfaat daripada membacakan daftar pertanyaan satu per satu.
- Apa tantangan terbesar bagi orang yang mengisi posisi ini?
- Hal apa yang paling penting untuk saya selesaikan dalam tiga bulan pertama?
- Seperti apa karakter orang yang berhasil di peran ini?
- Bagaimana Anda akan bekerja sama dengan orang di posisi ini sehari-hari?
- Apa yang paling Anda sukai dari bekerja di tim ini?
10. Pertanyaan untuk interview tahap akhir
Di tahap akhir, kamu mungkin bertemu pimpinan divisi atau pimpinan perusahaan. Pertanyaan tentang arah organisasi lebih cocok di sini, karena pewawancara biasanya memegang gambaran yang lebih luas.
- Bagaimana peran ini berkontribusi pada tujuan divisi dalam setahun ke depan?
- Rencana pengembangan apa yang sedang disiapkan tim ini?
- Apa yang membedakan perusahaan ini dari pesaingnya menurut Anda?
11. Jika diwawancarai oleh panel
Dalam interview panel, beberapa orang dari bagian berbeda bisa hadir sekaligus. Kamu bisa mengarahkan satu pertanyaan kepada pewawancara yang perannya paling berkaitan, misalnya kepada calon rekan satu tim tentang cara kerja sehari-hari.
Jika memungkinkan, tanyakan kepada HR sebelumnya siapa saja yang akan hadir dan apa peran mereka. Dengan begitu, kamu bisa menyiapkan pertanyaan yang sesuai untuk masing-masing pewawancara.
Karena waktunya terbatas, dahulukan dua atau tiga pertanyaan yang paling penting bagimu.
12. Kesalahan yang sering terjadi
Jika semua pertanyaanmu sudah terjawab, sampaikan dengan jujur, lalu sebutkan satu hal dari percakapan yang membuatmu makin tertarik. Tetap tanyakan langkah berikutnya. Selain itu, hindari hal berikut:
- Menjawab “tidak ada pertanyaan” tanpa penjelasan apa pun.
- Menanyakan hal yang sudah jelas di situs perusahaan atau di deskripsi lowongan.
- Mengajukan terlalu banyak pertanyaan sehingga waktu interview habis.
- Menghabiskan waktu interview user untuk pertanyaan administratif yang bisa dijawab HR.
- Mengulang pertanyaan yang baru saja dijawab, sehingga terlihat tidak mendengarkan.
13. Checklist sebelum interview
- Dua atau tiga pertanyaan utama sudah dipilih, ditambah beberapa pertanyaan cadangan.
- Pertanyaan disesuaikan dengan tahap interview dan siapa pewawancaranya.
- Tidak ada pertanyaan yang jawabannya sudah tersedia di situs resmi.
- Pertanyaan tentang langkah berikutnya sudah kamu siapkan.
- Catatan dan alat tulis siap untuk mencatat jawaban.
14. Tutup dengan langkah berikutnya
Kamu bisa menanyakan tahapan seleksi berikutnya dan kapan sebaiknya menghubungi kembali. Catat informasi yang disampaikan, termasuk jika jadwalnya masih perkiraan.
Tidak perlu menanyakan seluruh daftar sekaligus. Pilih yang paling relevan dengan waktu yang tersedia dan hal yang masih ingin kamu pahami.
Setelah pertanyaan terakhir, tutup dengan ucapan terima kasih dan satu kalimat singkat tentang ketertarikanmu. Contoh ilustratif berikut bisa kamu sesuaikan dengan gaya bicaramu.
Contoh ilustratif
Terima kasih atas penjelasannya. Dari percakapan tadi, saya makin tertarik dengan pekerjaan menyusun laporan untuk tim penjualan. Boleh saya tahu tahap berikutnya dan kira-kira kapan saya bisa mendapat kabar?
Sesuaikan contoh dengan pengalamanmu sendiri.